Project Luar Kelas
CBDC – TFI
Character Building: Pancasila
Laporan Kegiatan Mengajar di TK
Regina Pacis Jakarta
UNIVERSITAS
BINA NUSANTARA
JAKARTA
BARAT
PER
2017
Identitas
Kelompok
NAMA
|
NIM
|
Kelas
|
Chynthia Robert
|
2001565863
|
LB51
|
Devina Taniara
|
2001578462
|
|
Dhia Zhafira
|
2001616914
|
|
Fendy Susanto
|
2001558624
|
|
Lyanna
|
2001558681
|
|
Monica Setiawan
|
2001611421
|
|
Ricky Renaldy
|
2001624286
|
|
Vivi Noviyanti
|
2001618541
|
Daftar isi
BAB I
Pendahuluan
Pendidikan
merupakan hal yang penting dan wajib didapatkan oleh setiap orang. Setiap warga
negara Indonesia memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan. Menurut Kamus Bahasa Indonesia, pendidikan adalah
proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha
mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Dan pada dasarnya,
pendidikan itu sendiri telah diterima oleh setiap orang tanpa terkecuali sejak
usia dini.
Dimulai dari anak pada usia dini, pendidikan termasuk
faktor penting yang menunjang pengetahuan anak. Namun, sesuai dengan
perkembangan jaman, anak-anak pada usia dini sangat sering menerima pendidikan
dari gadget dan game-game. Hal tersebut tidaklah salah. Namun, karena adanya
pendidikan dari aplikasi game yang menyebar luas, anak-anak tidak ditanamkan
mengenai pentingnya penerapan Pancasila dalam pendidikan.
Pancasila itu sendiri adalah dasar Negara Indonesia.
Tetapi, banyak masyarakat yang tidak menerapkannya. Meskipun setiap sekolah
melangsungkan “upacara bendara” beserta pembacaan teks pancasila, masih banyak
anak-anak yang tidak menerapkan pancasila tersebut dalam kehidupannya, padahal
pada usia 4-6 tahun (usia dini), merupakan masa dimana informasi dapat diserap
dengan mudah dan cepat. Pemberian materi mengenai Pancasila bagi anak-anak tidaklah harus secara detail dan
formal, namun dapat dilakukan secara kreatif karena banyak anak-anak yang jenuh dengan pemberian materi yang
tidak
sesuai dengan tingkat kepahaman mereka. Oleh
karena itu, yang dibutuhkan saat ini ialah inovasi dalam
penyampaian materi. Inovasi yang dimaksud adalah penggabungan proses belajar ke
arah yang lebih menyenangkan, sehingga terbentuklah suatu proses belajar yang
dapat diminati oleh anak-anak.
Dari beberapa faktor dan pengertian diatas, kami
mengambil langkah kecil untuk memberikan materi pendidikan yang masih
berhubungan dengan norma Pancasila dengan proses
penyampaian yang lebih menarik lagi. Agar pendidikan dapat terus diminati dan
digemari oleh anak-anak. Selain itu agar terbentuknya generasi Bangsa Indonesia
yang menjunjung tinggi ideologi atau dasar Negara Indonesia, yaitu Pancasila.
Bab II
Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan
masalah sebagai berikut:
- Apakah
arti dari pendidikan berkarakter sesuai Pancasila?
- Apa fungsi dan tujuan dari pendidikan berkarakter yang sesuai
dengan Pancasila?
- Apa pentingnya penerapan Pancasila
kepada anak usia dini?
- Bagaimana penerapan pendidikan berkarakter yang
sesuai dengan Pancasila kepada anak usia dini, agar dapat diterapkan ke
dalam kehidupan sehari-hari?
BAB III
Metode Kegiatan
3.1 Pembukaan dan Penutupan
Sebelum memulai pelajaran, kegiatan kami awali dengan memperkenalkan
diri kami masing –masing kepada adik-adik , lalu bernyanyi dan menari agar
menciptakan suasana yang menyenangkan. Setelah selesai sesi pelajaran, kami
menutup kegiatan dengan memberikan hadiah maupun makanan kecil, agar adik –
adik merasa senang diberi hadiah.
3.2 Pembelajaran di Kelas
Materi pembelajaran akan
dibawakan oleh kelompok kami dalam berjumlah
8 orang. Pada setiap pertemuan, akan ada 2 kelas yang diajar, sehingga
masing-masing kelas diisi oleh 4 orang pengajar. Materi pembelajaran akan
dilaksanakan didalam kelas dan diberikan secara tatap muka kepada adik – adik
di TK Regina Pacis.
Pada pertemuan pertama, kami
melakukan kunjungan ke TK Regina Pacis terlebih dahulu untuk melakukan survey
lokasi TK Regina Pacis serta jumlah kelas dan murid yang akan diajar. Kami juga
meminta izin kepda pihak sekolah untuk melakukan kegiatan ngajar mengajar.
Pada pertemuan kedua, kami mulai
mengjar dan materi yang kami bawakan pada pertemuan pertama yaitu sila
Pancasila yang pertama “KeTuhanan Yang Maha
Esa”. Pelajaran kami awali dengan menyanyi, setelah itu kami mengajak
adik-adik untuk menyirami tanaman-tanaman yang ada di lingkungan sekitar
sekolahan. Setelah itu, kami mengajarkan adik-adik cara membuat bunga dari
kertas origami, sebagaimana yang kita ketahui segala sesuatu yang ada di alam
berasal dari Tuhan.
Selanjutnya pada pertemuan
ketiga, materi yang kami bawakan yaitu Pancasila sila kedua yang berbunyi
“Kemanusian yang adil dan beradab”. Pada pertemuan ini kami mengajarkan
adik-adik membuat gambar panda dari piring kue ulang tahun. Kami juga
bermain tebak-tebakan nama buah dan hewan serta memberikan makanan kecil kepada
adik-adik semuanya.
Pada pertemuan keempat materi yang
disampaikan berdasarkan sila ketiga Pancasila yang berbunyi “Persatuan
Indonesia”. Pada pertemuan ini kami mengajarkan adik-adik mengenai PBB
baris-berbaris. Setelah itu kami bermain mainan tradisional yaitu ular naga
panjang dan juga bermain tebak-tebakan mengenai transportasi. Kami juga
memberikan hadiah kepada adik-adik pada akhir sesi pembelajaran.
Pada pertemuan kelima, materi
yang diberikan berdasarkan Pancasila sila yang keempat yakni “Kerakyatan yang
dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawartan perwakilan”. Pada
pertemuan ini kami mengajarkan adik-adik membuat mozaik gamabar apel dari
potongan kertas origami berwarna merah. Kami juga mengajak adik-adik bernyanyi
dan tidak lupa memberikan makanan kecil sebagai hadiah perpisahan.
BAB IV
Teori Konsep
Pendidikan karakter telah menjadi perhatian berbagai negara dalam rangka
mempersiapkan generasi yang berkualitas, bukan hanya untuk kepentingan individu
warga negara, tetapi juga untuk warga masyarakat secara keseluruhan. Pendidikan karakter dapat diartikan sebagai the deliberate us of all
dimensions of school life to foster optimal character development (usaha kita secara sengaja dari
seluruh dimensi kehidupan sekolah/madrasah untuk membantu pembentukan karakter
secara optimal.
Pendidikan
karakter ini sangat penting, terutama pendidikan karater yang sesuai dengan
nilai-nilai Pancasila.Akhir-akhir ini kalangan orangtua, pemerintah, dunia
pendidikan dan bahkan seluruh lapisan masyarakat sedang resah dengan adanya
krisis keteladanan yang sedang melanda negeri ini. Pancasila sebagai pandangan
dasar hidup serta ideologi Negara telah jauh ditinggalkan. Peranan pancasila
sebagai nilai kehidupan pun telah jauh dari harapan. Krisis ini dibuktikan dengan meningkatnya pergaulan bebas, maraknya
angka kekerasan anak-anak dan remaja, kejahatan terhadap teman, pencurian remaja, kebiasaan
menyontek, penyalahgunaan
obat-obatan, pornografi, dan lain
sebagainya
Oleh
karena itu, pendidikan karakter yang sesuai dengan Pancasila sangat penting
untuk diterapkan kepada seluruh rakyat Indonesia, terutama pada anak usia dini
yang berumur 4-6 tahun. Pada usia 4-6 tahun merupakan masa emas dimana mereka dapat menyerap informasi secara mudah
dan cepat. Pemberian materi mengenai Pancasila bagi anak-anak tidaklah harus
secara detail dan formal, namun dapat dilakukan secara kreatif dan
menyenangkan.
Adapun
nilai-nilai karakter yang terdapat dalam sila-sila Pancasila adalah sebagai
berikut:
1. Ketuhanan yang Maha Esa
Nilai-nilai
karakter yang terdapat dalam sila ini adalah saling menghormati, bersikap
toleransi, berkerja sama dan tidak memaksakan seseorang untuk menganut agama
tertentu.
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Melalui
sila ini, ditegaskan bahwa manusia wajib memperlakukan sesamanya dengan baik,
mengakui adanya Hak Asasi Manusia (HAM) dan melaksanakannya dan mengakui adanya
persamaan hak. Setiap orang harus mampu mengembangkan sikap saling
mencintai, menghormati, tenggang rasa serta menjunjung tinggi nilai-nilai
kemanusiaan.
3. Persatuan Indonesia
Sila
ini menjadi landasan utama pemersatu keragaman bangsa. Kesatuan dan kepentingan
bangsa berada di atas segala-galanya. Rasa kebanggaan dan bertanah air
Indonesia harus dimiliki oleh setiap warga Negara.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat
Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
Pada
sila keempat ini mengajarkan agar selalu menjadikan musyawarah sebagai jalan
untuk mengambil keputusan bersama.
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat
Indonesia
Manusia
adalah makhluk homosapiens yang selalu saja bergantung kepada orang lain. Oleh
karena itu, setiap manusia wajib membina hubungan sosial yang baik terhadap
sesame. Karakter inilah yang ditegaskan dalam sila kelima ini.
Nilai-nilai karakter tersebut harus diajarkan sedini mungkin,
agar anak didik yang merupakan masa depan bangsa bisa benar-benar memahami
makna sesungguhnya dari pancasila. Oleh karena itu, kami ingin mengajarkan anak
– anak Playgroup Regina Pacis mengenai Pancasila melalui pembejaran yang kreatif
yang diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari – hari.
BAB V
Pelaksanaan
5.1. Tanggal, waktu dan Lokasi
5.1.1. Pertemuan ke-1
Tanggal : 20 Maret
2017
Jam : 12.00
Lokasi : TK Regina
Pacis Palmerah
5.1.2. Pertemuan ke-2
Tanggal : 4 April
2017
Jam :
07.00-09.00
Lokasi : TK Regina
Pacis Palmerah
5.1.3. Pertemuan ke-3
Tanggal :
18 April 2017
Jam :
07.00-09.00
Lokasi : TK Regina Pacis Palmerah
5.1.4. Pertemuan ke-4
Tanggal :
25 April 2017
Jam :
07.00-09.00
Lokasi :
TK Regina Pacis Palmerah
5.1.5. Pertemuan ke-5
Tanggal :
9 Mei 2017
Jam :
07.00-09.00
Lokasi :
TK Regina Pacis Palmerah
5.2. Materi
5.2.1. Pertemuan ke-1
·
Melakukan survey lokasi untuk menjadi tempat
mengajar.
·
Melakukan survey jumlah kelas dan murid.
·
Meminta izin kepada pihak sekolah untuk
melakukan kegiatan ngajar mengajar.
5.2.2. Pertemuan ke-2
·
Mengajak adik-adik untuk menyirami tanaman
disekitar lingkungan sekolah.
·
Mengajak adik-adik untuk bernyanyi bersama.
·
Mengajarkan adik-adik membuat bunga kertas dari
kertas sticky notes.
5.2.3. Pertemuan ke-3
·
Mengajarkan adik-adik untuk membuat kerajinan
tangan dari piring kue ulang tahun.
·
Mengajak adik-adik untuk bernyanyi bersama.
·
Mengajak adik-adik bermain tebak-tebakan nama
buah dan hewan.
·
Memberikan hadiah bagi yang dapat menjawab
pertanyaan.
5.2.4. Pertemuan ke-4
·
Mengajarkan adik-adik mengenai baris berbaris.
·
Mengajak adik-adik untuk bermain bersama.
·
Melakukan sesi tanya jawab mengenai buah dan
hewan.
·
Membagikan makanan kecil kepada adik-adik.
5.2.5. Pertemuan ke-5
·
Mengajak adik-adik untuk membuat gambar apel
dengan mozaik dari kertas origami.
·
Mengajak bernyanyi bersama.
·
Membagi snack kepada adik-adik.
5.2. Dokumentasi
(Terlampir)
BAB VI
Hasil
Setelah menyelesaikan kegiatan mengajar di TK Regina Pacis, kami merasa senang karena semuanya berjalan dengan
baik. Suasana kelas di TK Regina Pacis sangat kondusif untuk setiap kegiatan
dalam artian adik-adik sangat aktif berpartisipasi mengerjakan pekerjaan yang
diberikan selama sesi berlangsung. Selain itu, kami juga terbantu dengan adanya
pendampingan dari guru kelas selama kami memberikan pengajaran, sehingga
adik-adik menjadi lebih mudah diatur.
Selama
pengajaran tentunya kami
menemukan beberapa masalah, seperti kegiatan mengajar yang awalnya direncakan 5
kali di dalam kelas menjadi 4 kali, karena terhambat dengan adanya ujian tengah
semester yang berlangsung di Binus Univeristy. Selain itu kami juga menyadari kurangnya
komunikasi antar anggota, sehingga kami tidak merealisasikan setiap rencana
kegiatan dengan baik.
Namun dengan adanya pengajaran ini, kami berharap adik –
adik di TK Regina Pacis menjadi lebih mengerti dan memahami tentang maksud dari
Pancasila. Kami juga berharap adik-adik dapat mengamalkan dan menjalankan
nilai-nilai Pancasila ke depannya.
BAB VI
Setelah kami menyelesaikan kegiatan
mengajar di TK Regina Pacis, kami mendapatkan berbagai pelajaran serta pengalaman
baru untuk hidup kami. Disini kami belajar untuk menjadi seorang pengajar yang
baik, serta belajar untuk lebih kreatif dan inovatif dalam membawakan materi
Pancasila sehingga adik-adik dapat memahami pengajaran yang kami berikan. Kami
juga belajar untuk mengatur dan menjaga kelas agar tetap berada dalam kondisi
yang kondusif untuk kegiatan ngajar mengajar.
Walaupun menemui beberapa hambatan selama kegiatan, kami senang karena
kami dapat menyelesaikan kegiatan ini dengan baik. Kami juga menjadi lebih sadar
pentingnya persiapan terutama sebelum mengajar, karena kegiatan mengajar tidak
dapat berjalan dengan baik bila tidak ada persiapan yang baik juga. Komunikasi sesama anggota juga
penting agar tidak ada miskomunikasi dan dapat merealisasikan setiap rencana
kegiatan yang ada.
Berikut adalah
hasil refleksi dari masing-masing anggota kami.
1. Lyanna
Selama
melakukan kegiatan ngajar mengajar ini berlangsung saya merasa beruntung dapat
berbagi sedikit ilmu kepada adik-adik di TK Regina Pacis. Selain itu juga saya
menjadi mendapatkan penggalaman baru tentang mengajar anak TK dan bagaimana
mengatasi anak-anak TK. Melalui kegiatan ini saya menjadi lebih bersabar karena
harus menghadapi anak-anak TK yang banyak dan juga bisa dikatakan nakal. Dengan
kegiatan ini saya harap dapat menjadikan saya sebagai seseorang yang lebih baik
lagi dan lebih peduli dengan sesama untuk saling berbagi.
2.
Fendy Susanto
Menjadi seorang guru untuk kelas TK merupakan sebuah
pengalaman tak tergantikan. Mengajar anak-anak yang merupakan bibit masa depan
bagi suatu negara dengan penuh suka dan duka yang dirasakan. Rasa senang ketika
melihat perilaku anak-anak yang mengemaskan namun terkadang menjengkelkan
adalah sebuah pengalaman yang tak dapat ditukar dengan apa pun. Menjadi sosok
guru, tanpa digaji, penuh kesabaran, penuhh semangat, penuh suka cita dalam
berbagai ilmu, tak dapat digantikan dengan apapun.
3. Dhia Zafira
Kegiatan mengajar yang saya jalanin selama ini dapat
menabah pengetahuan atau wawasan saya terhadap dunia luar, bahwa etika
Pancasila sudh harus diajarkan sejak dini. Kegiatan ini harus selalu
dilestarikan agar banyak mahasiswa yang dapat mengerti tentang tika pancasila
dalam kehidupan sosial.
4.
Devina Taniara
Menurut saya, kegiatan ini sangat membantu dan
menyadarkan saya, betapa pentingnya penerapan Pancasila dalam usia dini. Dan
penerapan Pancasila tersebut, dapat di sampaikan melalui kegiatan-kegiatan yang
sederhana sesuai dengan daya tangkap anak. Hal ini membuat kita sadar bahwa
penerapan Pancasila sangat berperan penting dalam perkembangan hidup.
5.
Ricky Reynaldy
Menurut
saya sekolah tersebut sudah sangat baik dalam melakukan sebuah didikan terhadap
penerus bangsa ini dan setiap anak yang sekolah disana tidak ada yang tersiksa
atau terpaksa mereka semua sangat menerima pendidikan yang ada dengan senyuman
mereka.
6.Chynthia Robert
Menurut
saya sekolah ini sangat baik dalam mendukung kecerdasan anak bangsa. Karena,
fasilitas yang diberikan sangat lengkap baik fasilitas secara fisik maupun
dalam hal materi pembelajara. Sekolah ini merupakan sekolah yang menerapkan
pendidikan formal dan informal sehingga anak-anak belajar dengan baik dan dapat
menerapkan sila-sila pancasila dalam kehidupan keseharian mereka.
7.
Vivi Novianty
Menurut
saya kegiatan pengajaran ini sangat bermanfaat baik bagi saya maupun adik-adik
di TK Regina Pacis. Saya belajar banyak hal, khususnya hal-hal yang tidak saya
dapatkan di kampus atau kelas pada umumnya. Saya belajar cara mengontrol emosi
saya sebagai pengajar dan berpikir kreatif untuk materi pembelajaran. Selain
itu, pembelajaran Pancasila ini juga sangat bermanfaat bagi generasi muda saat
ini, agar lebih menerapkan dan mengamalkan Pancasila.
8.
Monica Setiawan
Menurut saya, bimbingan kegiatan menngajar ini snagat baik
diterapkan, karena menambah pengalaman saya bagaimana cara memimpin, mengajar
serta memberi arahan yang baik. Serta menambah pengetahuan saya berhubungan
dengan niali pancasila pastinya, saling mengenal dan membantu sesama.



























Tidak ada komentar:
Posting Komentar