Jumat, 19 Mei 2017

Laporan Kegiatan CB Pancasila

Project Luar Kelas


CBDC – TFI

  


Character Building: Pancasila
Laporan Kegiatan Mengajar di TK Regina Pacis Jakarta

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA
JAKARTA BARAT
PER 2017







BAB I

Pendahuluan


Pendidikan merupakan hal yang penting dan wajib didapatkan oleh setiap orang. Setiap warga negara Indonesia memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan. Menurut Kamus Bahasa Indonesia, pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Dan pada dasarnya, pendidikan itu sendiri telah diterima oleh setiap orang tanpa terkecuali sejak usia dini.
Dimulai dari anak pada usia dini, pendidikan termasuk faktor penting yang menunjang pengetahuan anak. Namun, sesuai dengan perkembangan jaman, anak-anak pada usia dini sangat sering menerima pendidikan dari gadget dan game-game. Hal tersebut tidaklah salah. Namun, karena adanya pendidikan dari aplikasi game yang menyebar luas, anak-anak tidak ditanamkan mengenai pentingnya penerapan Pancasila dalam pendidikan.
Pancasila itu sendiri adalah dasar Negara Indonesia. Tetapi, banyak masyarakat yang tidak menerapkannya. Meskipun setiap sekolah melangsungkan “upacara bendara” beserta pembacaan teks pancasila, masih banyak anak-anak yang tidak menerapkan pancasila tersebut dalam kehidupannya, padahal pada usia 4-6 tahun (usia dini), merupakan masa dimana informasi dapat diserap dengan mudah dan cepat. Pemberian materi mengenai Pancasila bagi anak-anak tidaklah harus secara detail dan formal, namun dapat dilakukan secara kreatif karena banyak anak-anak yang jenuh dengan pemberian materi yang tidak sesuai dengan tingkat kepahaman mereka. Oleh karena itu, yang dibutuhkan saat ini ialah inovasi dalam penyampaian materi. Inovasi yang dimaksud adalah penggabungan proses belajar ke arah yang lebih menyenangkan, sehingga terbentuklah suatu proses belajar yang dapat diminati oleh anak-anak.
Dari beberapa faktor dan pengertian diatas, kami mengambil langkah kecil untuk memberikan materi pendidikan yang masih berhubungan dengan norma Pancasila dengan proses penyampaian yang lebih menarik lagi. Agar pendidikan dapat terus diminati dan digemari oleh anak-anak. Selain itu agar terbentuknya generasi Bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi ideologi atau dasar Negara Indonesia, yaitu Pancasila.



Bab II

 Masalah


Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
  1. Apakah arti dari pendidikan berkarakter sesuai Pancasila?
  2. Apa fungsi dan tujuan dari  pendidikan berkarakter yang sesuai dengan Pancasila?
  3. Apa pentingnya penerapan Pancasila kepada anak usia dini?
  4. Bagaimana penerapan pendidikan berkarakter yang sesuai dengan Pancasila kepada anak usia dini, agar dapat diterapkan ke dalam kehidupan sehari-hari?



BAB III

Metode Kegiatan

3.1 Pembukaan dan Penutupan

Sebelum memulai pelajaran, kegiatan kami awali dengan memperkenalkan diri kami masing –masing kepada adik-adik , lalu bernyanyi dan menari agar menciptakan suasana yang menyenangkan. Setelah selesai sesi pelajaran, kami menutup kegiatan dengan memberikan hadiah maupun makanan kecil, agar adik – adik merasa senang diberi hadiah.

3.2 Pembelajaran di Kelas

Materi pembelajaran akan dibawakan oleh kelompok kami dalam berjumlah  8 orang. Pada setiap pertemuan, akan ada 2 kelas yang diajar, sehingga masing-masing kelas diisi oleh 4 orang pengajar. Materi pembelajaran akan dilaksanakan didalam kelas dan diberikan secara tatap muka kepada adik – adik di TK Regina Pacis.
Pada pertemuan pertama, kami melakukan kunjungan ke TK Regina Pacis terlebih dahulu untuk melakukan survey lokasi TK Regina Pacis serta jumlah kelas dan murid yang akan diajar. Kami juga meminta izin kepda pihak sekolah untuk melakukan kegiatan ngajar mengajar.
Pada pertemuan kedua, kami mulai mengjar dan materi yang kami bawakan pada pertemuan pertama yaitu sila Pancasila yang pertama “KeTuhanan Yang Maha  Esa”. Pelajaran kami awali dengan menyanyi, setelah itu kami mengajak adik-adik untuk menyirami tanaman-tanaman yang ada di lingkungan sekitar sekolahan. Setelah itu, kami mengajarkan adik-adik cara membuat bunga dari kertas origami, sebagaimana yang kita ketahui segala sesuatu yang ada di alam berasal dari Tuhan.
Selanjutnya pada pertemuan ketiga, materi yang kami bawakan yaitu Pancasila sila kedua yang berbunyi “Kemanusian yang adil dan beradab”. Pada pertemuan ini kami mengajarkan adik-adik membuat gambar panda dari piring kue ulang tahun. Kami juga bermain tebak-tebakan nama buah dan hewan serta memberikan makanan kecil kepada adik-adik semuanya.
Pada pertemuan keempat materi yang disampaikan berdasarkan sila ketiga Pancasila yang berbunyi “Persatuan Indonesia”. Pada pertemuan ini kami mengajarkan adik-adik mengenai PBB baris-berbaris. Setelah itu kami bermain mainan tradisional yaitu ular naga panjang dan juga bermain tebak-tebakan mengenai transportasi. Kami juga memberikan hadiah kepada adik-adik pada akhir sesi pembelajaran.
Pada pertemuan kelima, materi yang diberikan berdasarkan Pancasila sila yang keempat yakni “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawartan perwakilan”. Pada pertemuan ini kami mengajarkan adik-adik membuat mozaik gamabar apel dari potongan kertas origami berwarna merah. Kami juga mengajak adik-adik bernyanyi dan tidak lupa memberikan makanan kecil sebagai hadiah perpisahan.


BAB IV

Teori Konsep

Pendidikan karakter telah menjadi perhatian berbagai negara dalam rangka mempersiapkan generasi yang berkualitas, bukan hanya untuk kepentingan individu warga negara, tetapi juga untuk warga masyarakat secara keseluruhan. Pendidikan karakter dapat diartikan sebagai the deliberate us of all dimensions of school life to foster optimal character development (usaha kita secara sengaja dari seluruh dimensi kehidupan sekolah/madrasah untuk membantu pembentukan karakter secara optimal.
Pendidikan karakter ini sangat penting, terutama pendidikan karater yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.Akhir-akhir ini kalangan orangtua, pemerintah, dunia pendidikan dan bahkan seluruh lapisan masyarakat sedang resah dengan adanya krisis keteladanan yang sedang melanda negeri ini. Pancasila sebagai pandangan dasar hidup serta ideologi Negara telah jauh ditinggalkan. Peranan pancasila sebagai nilai kehidupan pun telah jauh dari harapan. Krisis ini dibuktikan dengan meningkatnya pergaulan bebas, maraknya angka kekerasan anak-anak dan remaja, kejahatan terhadap teman, pencurian remaja, kebiasaan menyontek, penyalahgunaan obat-obatan, pornografi, dan lain sebagainya 
Oleh karena itu, pendidikan karakter yang sesuai dengan Pancasila sangat penting untuk diterapkan kepada seluruh rakyat Indonesia, terutama pada anak usia dini yang berumur 4-6 tahun. Pada usia 4-6 tahun merupakan masa emas dimana mereka dapat menyerap informasi secara mudah dan cepat. Pemberian materi mengenai Pancasila bagi anak-anak tidaklah harus secara detail dan formal, namun dapat dilakukan secara kreatif dan menyenangkan.

Adapun nilai-nilai karakter yang terdapat dalam sila-sila Pancasila adalah sebagai berikut:
1.      Ketuhanan yang Maha Esa
Nilai-nilai karakter yang terdapat dalam sila ini adalah saling menghormati, bersikap toleransi, berkerja sama dan tidak memaksakan seseorang untuk menganut agama tertentu.
2.      Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Melalui sila ini, ditegaskan bahwa manusia wajib memperlakukan sesamanya dengan baik, mengakui adanya Hak Asasi Manusia (HAM) dan melaksanakannya dan mengakui adanya persamaan hak.  Setiap orang harus mampu mengembangkan sikap saling mencintai, menghormati, tenggang rasa serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
3.      Persatuan Indonesia
Sila ini menjadi landasan utama pemersatu keragaman bangsa. Kesatuan dan kepentingan bangsa berada di atas segala-galanya. Rasa kebanggaan dan bertanah air Indonesia harus dimiliki oleh setiap warga Negara.
4.      Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
Pada sila keempat ini mengajarkan agar selalu menjadikan musyawarah sebagai jalan untuk mengambil keputusan bersama. 
5.      Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Manusia adalah makhluk homosapiens yang selalu saja bergantung kepada orang lain. Oleh karena itu, setiap manusia wajib membina hubungan sosial yang baik terhadap sesame. Karakter inilah yang ditegaskan dalam sila kelima ini.
Nilai-nilai karakter tersebut harus diajarkan sedini mungkin, agar anak didik yang merupakan masa depan bangsa bisa benar-benar memahami makna sesungguhnya dari pancasila. Oleh karena itu, kami ingin mengajarkan anak – anak Playgroup Regina Pacis mengenai Pancasila melalui pembejaran yang kreatif yang diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari – hari.




BAB V

Pelaksanaan


5.1. Tanggal, waktu dan Lokasi

        5.1.1.  Pertemuan ke-1

Tanggal    : 20 Maret 2017
Jam           : 12.00
Lokasi      : TK Regina Pacis Palmerah

5.1.2. Pertemuan ke-2

Tanggal    : 4 April 2017
Jam           : 07.00-09.00
Lokasi      : TK Regina Pacis Palmerah

5.1.3. Pertemuan ke-3

Tanggal    : 18 April 2017
Jam           : 07.00-09.00
Lokasi      : TK Regina Pacis Palmerah

5.1.4. Pertemuan ke-4

Tanggal    : 25 April 2017
Jam           : 07.00-09.00
Lokasi      : TK Regina Pacis Palmerah

5.1.5. Pertemuan ke-5

Tanggal    : 9 Mei 2017
Jam           : 07.00-09.00
Lokasi      : TK Regina Pacis Palmerah

5.2. Materi

5.2.1. Pertemuan ke-1

·         Melakukan survey lokasi untuk menjadi tempat mengajar.
·         Melakukan survey jumlah kelas dan murid.
·         Meminta izin kepada pihak sekolah untuk melakukan kegiatan ngajar mengajar.  

5.2.2. Pertemuan ke-2

·         Mengajak adik-adik untuk menyirami tanaman disekitar lingkungan sekolah.
·         Mengajak adik-adik untuk bernyanyi bersama.
·         Mengajarkan adik-adik membuat bunga kertas dari kertas sticky notes.

5.2.3. Pertemuan ke-3

·         Mengajarkan adik-adik untuk membuat kerajinan tangan dari piring kue ulang tahun.
·         Mengajak adik-adik untuk bernyanyi bersama.
·         Mengajak adik-adik bermain tebak-tebakan nama buah dan hewan.
·         Memberikan hadiah bagi yang dapat menjawab pertanyaan.

5.2.4. Pertemuan ke-4

·           Mengajarkan adik-adik mengenai baris berbaris.
·           Mengajak adik-adik untuk bermain bersama.
·           Melakukan sesi tanya jawab mengenai buah dan hewan.
·           Membagikan makanan kecil kepada adik-adik.

5.2.5. Pertemuan ke-5

·           Mengajak adik-adik untuk membuat gambar apel dengan mozaik dari kertas origami.
·           Mengajak bernyanyi bersama.
·           Membagi snack kepada adik-adik.

5.2. Dokumentasi

(Terlampir)



BAB VI

Hasil

Setelah menyelesaikan kegiatan mengajar di TK Regina Pacis, kami merasa senang karena semuanya berjalan dengan baik. Suasana kelas di TK Regina Pacis sangat kondusif untuk setiap kegiatan dalam artian adik-adik sangat aktif berpartisipasi mengerjakan pekerjaan yang diberikan selama sesi berlangsung. Selain itu, kami juga terbantu dengan adanya pendampingan dari guru kelas selama kami memberikan pengajaran, sehingga adik-adik menjadi lebih mudah diatur.
Selama pengajaran tentunya kami menemukan beberapa masalah, seperti kegiatan mengajar yang awalnya direncakan 5 kali di dalam kelas menjadi 4 kali, karena terhambat dengan adanya ujian tengah semester yang berlangsung di Binus Univeristy. Selain itu kami juga menyadari kurangnya komunikasi antar anggota, sehingga kami tidak merealisasikan setiap rencana kegiatan dengan baik.
Namun dengan adanya pengajaran ini, kami berharap adik – adik di TK Regina Pacis menjadi lebih mengerti dan memahami tentang maksud dari Pancasila. Kami juga berharap adik-adik dapat mengamalkan dan menjalankan nilai-nilai Pancasila ke depannya.



BAB VI


            Setelah kami menyelesaikan kegiatan mengajar di TK Regina Pacis, kami mendapatkan berbagai pelajaran serta pengalaman baru untuk hidup kami. Disini kami belajar untuk menjadi seorang pengajar yang baik, serta belajar untuk lebih kreatif dan inovatif dalam membawakan materi Pancasila sehingga adik-adik dapat memahami pengajaran yang kami berikan. Kami juga belajar untuk mengatur dan menjaga kelas agar tetap berada dalam kondisi yang kondusif untuk kegiatan ngajar mengajar.
Walaupun menemui beberapa hambatan selama kegiatan, kami senang karena kami dapat menyelesaikan kegiatan ini dengan baik. Kami juga menjadi lebih sadar pentingnya persiapan terutama sebelum mengajar, karena kegiatan mengajar tidak dapat berjalan dengan baik bila tidak ada persiapan yang  baik juga. Komunikasi sesama anggota juga penting agar tidak ada miskomunikasi dan dapat merealisasikan setiap rencana kegiatan yang ada.
Berikut adalah hasil refleksi dari masing-masing anggota kami.
1. Lyanna
Selama melakukan kegiatan ngajar mengajar ini berlangsung saya merasa beruntung dapat berbagi sedikit ilmu kepada adik-adik di TK Regina Pacis. Selain itu juga saya menjadi mendapatkan penggalaman baru tentang mengajar anak TK dan bagaimana mengatasi anak-anak TK. Melalui kegiatan ini saya menjadi lebih bersabar karena harus menghadapi anak-anak TK yang banyak dan juga bisa dikatakan nakal. Dengan kegiatan ini saya harap dapat menjadikan saya sebagai seseorang yang lebih baik lagi dan lebih peduli dengan sesama untuk saling berbagi.
2. Fendy Susanto
Menjadi seorang guru untuk kelas TK merupakan sebuah pengalaman tak tergantikan. Mengajar anak-anak yang merupakan bibit masa depan bagi suatu negara dengan penuh suka dan duka yang dirasakan. Rasa senang ketika melihat perilaku anak-anak yang mengemaskan namun terkadang menjengkelkan adalah sebuah pengalaman yang tak dapat ditukar dengan apa pun. Menjadi sosok guru, tanpa digaji, penuh kesabaran, penuhh semangat, penuh suka cita dalam berbagai ilmu, tak dapat digantikan dengan apapun.
3. Dhia Zafira
Kegiatan mengajar yang saya jalanin selama ini dapat menabah pengetahuan atau wawasan saya terhadap dunia luar, bahwa etika Pancasila sudh harus diajarkan sejak dini. Kegiatan ini harus selalu dilestarikan agar banyak mahasiswa yang dapat mengerti tentang tika pancasila dalam kehidupan sosial.
4. Devina Taniara
Menurut saya, kegiatan ini sangat membantu dan menyadarkan saya, betapa pentingnya penerapan Pancasila dalam usia dini. Dan penerapan Pancasila tersebut, dapat di sampaikan melalui kegiatan-kegiatan yang sederhana sesuai dengan daya tangkap anak. Hal ini membuat kita sadar bahwa penerapan Pancasila sangat berperan penting dalam perkembangan hidup.
5. Ricky Reynaldy
Menurut saya sekolah tersebut sudah sangat baik dalam melakukan sebuah didikan terhadap penerus bangsa ini dan setiap anak yang sekolah disana tidak ada yang tersiksa atau terpaksa mereka semua sangat menerima pendidikan yang ada dengan senyuman mereka.
6.Chynthia Robert
Menurut saya sekolah ini sangat baik dalam mendukung kecerdasan anak bangsa. Karena, fasilitas yang diberikan sangat lengkap baik fasilitas secara fisik maupun dalam hal materi pembelajara. Sekolah ini merupakan sekolah yang menerapkan pendidikan formal dan informal sehingga anak-anak belajar dengan baik dan dapat menerapkan sila-sila pancasila dalam kehidupan keseharian mereka.
7. Vivi Novianty
    Menurut saya kegiatan pengajaran ini sangat bermanfaat baik bagi saya maupun adik-adik di TK Regina Pacis. Saya belajar banyak hal, khususnya hal-hal yang tidak saya dapatkan di kampus atau kelas pada umumnya. Saya belajar cara mengontrol emosi saya sebagai pengajar dan berpikir kreatif untuk materi pembelajaran. Selain itu, pembelajaran Pancasila ini juga sangat bermanfaat bagi generasi muda saat ini, agar lebih menerapkan dan mengamalkan Pancasila.
8. Monica Setiawan
Menurut saya, bimbingan kegiatan menngajar ini snagat baik diterapkan, karena menambah pengalaman saya bagaimana cara memimpin, mengajar serta memberi arahan yang baik. Serta menambah pengetahuan saya berhubungan dengan niali pancasila pastinya, saling mengenal dan membantu sesama.




Lampiran

Absensi



Pertemuan Pertama




Pertemuan kedua









Pertemuan ketiga





Pertemuan Keempat





Pertemuan kelima















Tidak ada komentar:

Posting Komentar